Jumat, 12 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
Demo Mahasiswa Hari ini
Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja 
Jumat 12 Juni 2026, 13:29 WIB

Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja 

JAKARTA, RIAU MADANI.COM - Ribuan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang akan menggelar unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, mulai berangkat menggunakan angkot dan bus pada Jumat (12/6/2026). 

Sebelum bergerak, massa aksi berkumpul di Lapangan Parkir FISIP UI sambil membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Tak hanya mengangkut peserta aksi, sejumlah angkot juga digunakan untuk membawa tim medis beserta perlengkapan medis.

Massa yang berangkat menuju Bundaran HI mengenakan almamater kuning khas Universitas Indonesia dan pakaian berwarna hitam. Aksi kali ini dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi yang dinilai sulit serta sempitnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo 

 "Lapangan kerja makin menyempit, harga sudah naik semua, dan juga pajak masih diterapkan kepada rakyat menengah ke bawah, termasuk rakyat kecil, oleh karena itu kita ingin menuntut pemerintah eksekutif dan juga legislatif," ucap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof di lapangan Parkir FISIP UI, Jumat.(12/6/2026)

Dalam tuntutannya, BEM UI juga meminta pemerintah menghentikan program-program yang dinilai memboroskan anggaran. "Program-program yang memboroskan anggaran, dan juga berhenti untuk mengeles atau berkilah dan tidak mengakui bahwa kondisi. Sekarang sudah krisis," tutur. Yatalathof

Lanjutnya lagi, sekitar 1.000 mahasiswa akan berangkat dari Depok untuk mengikuti aksi tersebut."Jumlah massa dari sekitar Depok ini ada 1.000, dan misalkan jika digabung dengan yang lain bisa menyentuh 3.0000," kata Yatalathof.

Kompas.com

 

 




Editor : TIS
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top